mardi 28 avril 2020

LANGKAH MAJU KEK TANJUNG LESUNG


MK GEOGRAFI PARIWISATA
Pertemuan Ke-14 Work from Home
Pend. Sejarah FKIP Untirta
Kelas B: 07.30 - 09.10 Kelas A: 09.10 -10.50 
Selasa 28 April 2020


MENYOAL KEMAJUAN KEK TANJUNG LESUNG

Oleh Moh Ali Fadillah


Introduksi
Menurut Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Banten 2020-2022, sasaran pembangunan bidang pariwisata diarahkan pada ”Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah”. Untuk mencapai sasaran tersebut sektor pariwisata harus mampu meningkatkan aktivitasnya melalui pengembangan destinasi wisata yang berdaya saing. Sejalan dengan sasaran pembangunan provinsi, pemerintah pusat telah menetapkan rencana pembangunan kepariwisataan nasional mencakup didalamnya Destinasi Pariwisata Nasional (DPN). Salah satu DPN itu terpusat pada kawasan Selat Sunda antara Provinsi Lampung dan Banten, sebagai lokasi yang telah dikenal dunia: Krakatau dan Ujung Kulon.

Di dalam DPN tersebut terdapat empat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang salah satunya adalah Ujung Kulon dan sekitarnya, termasuk dalam kawasan ini adalahTanjung Lesung. Sejalan dengan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 tentang RIPPARNAS, Tanjung Lesung juga telah ditetapkan sebagai kawasan khusus pariwisata dengan diterbitkannya PP No. 26 Tahun 2012 tentang KEK Tanjung Lesung. Oleh karena kepentingannya itu, Provinsi Banten melalui Perda No. 6 Tahun 2019 tentang RIPPARPROV menetapkan Tanjung Lesung, Ujung Kulon dan Carita sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi (KSPP).
Dengan demikian dari aspek kebijakan, Tanjung Lesung ditempatkan dalam posisi penting dan sangat strategis dalam pembangunan pariwisata baik nasional maupun daerah, yang kemudian ditetapkan kembali oleh Kementerian Pariwisata sebagai satu dari Sepuluh Destinasi Prioritas Nasional bersama-sama dengan Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger, Mandalika, Labuhan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. Namun setelah berjalan lima tahun sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 sampai sekarang (2020), masyarkat Banten perlu mengetahui apakah KEK Tanjung Lesung telah menunjukan kemajuan sesuai dengan tujuan semula sebagai kawasan ekonomi khusus?
Issue (1) Berikan Komentar ringkas (Kelas B dan Kelas A): Tanjung Lesung diusulkan menjadi KEK pada tahun 1991 dan baru diresmikan pada tahun 2015,  ternyata membutuhkan waktu cukup lama untuk membangun KEK. Ada komentertar  …?

Progres Fisik
Berdasarkan Laporan Kemajuan yang disusun bersama oleh PT Banten West Jawa Tourism Development (BWJ) dan Dinas Pariwisata Provinsi Banten sampai Maret 2020 pelaksanaan pembangunan KEK Tanjung Lesung terus berlangsung sesuai target jangka panjang. Perkembangan atau arah kemajuan kawasan Tanjung Lesung dapat dilihat dari 3 faktor determinan, yaitu:  (1) Kunjungan wisata, (2) Fasilitas pariwisata, (3) Aktivitas pariwisata.

Kunjungan wisata. Pada tahun 2018 statistik menunjukan trend menaik, yaitu sebesar 51.222 wisatawan pada bulan Januari dan mencapai 962.748 wisatawan pada bulan Desesember. Kemudian selama tahun 2019 juga menunjukan trend menarik dari hitungan bulan, yaitu 20.256 wisatawan (Januari)  mencapai 569.430 wisatawan (Desember). Tetapi secara total hanya separuhnya dibandingkan dengan tahun 2018. Penurunan ini sebagai dampak dari bencana Tsunami Selat Sunda di penghujung tahun 2018. Tahun 2020 ada harapan, pada triwulan pertama  kunjungan constant: 66.412 (Jan), 79.979 (Feb), 78.470 wisatawan (Maret). Tetapi kemudian pada penghujung bulan Maret 2020 ini, lagi-lagi terkendala oleh merebaknya wabah Covid-19 yang memaksa pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh Indonesia.
Issue (2) Berikan Komentar Ringkas (Kelas B): Dari data statistik trend kunjungan wisata meningkat sampai 2018. Pasca Tsunami menurun drastic (2019). Ada saran kiat apa yang harus dilakukan oleh pengelola kawasan dan pemerintah untuk mengatasinya?

Fasilitas pariwisata. Berdasarkan Master Plan 2018-2027 ada 5 titik utama dalam kawasan seluas 1.500 ha yang sedang dan akan dikembangkan, yaitu lokasi yang disebut bayside, heartland, harbour & straits, highland, & highland and point (Lihat peta ilustrasi) Dari target 16% pembangunan fisik, sampai 25 Maret 2020 telah tercapai 18,56%. Artinya secara statistic bisa dibilang melebihi target. Pembangunan fisik tersebut mencakup 3 aspek, yaitu (1) Infrastruktur kawasan yang terdiri dari: jalan dalam kawasan, fasilitas tenaga listrik, solar cell, instalasi air bersih dan air baku, instalasi pengolah limbah, jaringan fiber-optic dan wireless, (2) Fasilitas destinasi yang mencakup berbagai amenitas di dalam kawasan yang terdiri dari 25 bangunan fisik berupa akomodasi dan fasilitas  pendukungnya.
Issue (3) Berikan Komentar Ringkas (Kelas B): Menurut Saudara apakah seluruh fasilitas tersebut bisa selesai sesuai Master Plan (2017) …?

Aktivitas pariwisata. Selain pembangunan fisik, KEK Tanjung Lesung juga terus berupaya menggairahkan kegiatan pariwisata dengan berbagai bentuk dan atraksi. Event pariwisata yang sudah diadakan pada tahun 2019 dan 2020 itu antara lain (1) Festival Tanjung Lesung sebagai event tahunan terus digelar dengan menampilkan kebaruan, (2) Pasar Kalitjaa, dan (3) Road to Bodur Fest 2020 yang melibatkan watersport community dan juga Indonesian culinary club.
Issue (4) Berikan Komentar Ringkas (Kelas B) :
Festival Tanjung Lesung diadakan setiap tahun, apakah event tersebut efektif untuk mendatangkan wisatawan …?

Investasi dan Investor
Untuk menunjang 3 faktor tersebut, tetapi terutama fasilitas pariwisata, perlu dukungan investasi. Sektor yang paling banyak diminati investor adalah (1) Akomodasi, (2) Infrastruktur Perhubungan dan Telekomunikasi, dan (3) sarana penunjang lain. Tercatat sampai tahun 2018 total investasi sebesar  IDR 717M dari 9 investor, kemudian pada tahun 2019 sebesar IDR 1,795T dari 7 investor dan pada tahun 2020 ada potensi investasi sebesar 1,398 M dari 3 investor. Selain yang sudah berinvestasi dan sedang proses pembangunan, terdaftar pula 8 calon investor yang telah menandatangani kesepaktan bersama dengan pengelola KEK Tanjung Lesung yang diperkirakan akan berinvestasi sebesar IDR 1.3M menyusul kunjungan para calon investor dari berbagai negara dan segmen bisnis pariwisata ke Tanjung Lesung pada 2019, yaitu dari Jepang, Singapura, Malaysia, China, Korea, Taiwan selain juga investor dalam negeri, pemerintah ataupun swasta.
Issue (5) Berikan Komentar Ringkas (Kelas A):
Dari besaran investasi dan asal negara investor mengesankan tidak ada masalah dengan bisnis pariwisata di kawasan ini.  Faktor apa yang membuat mereka tertarik berinvestasi ke KEK Tanjung Lesung …!

Project Nasional Menuju KEK dan Destinasi Carita
Sampai tahun 2020, wisatawan dari kota-kota besar di Jakarta dan sekitarnya masih kesulitan untuk mencapai  Tanjung Lesung. Melalui tol Jakarta – Merak ke arah Labuan dan Tanjung Lesung membutuhkan waktu lebih dari 2 jam, bahkan pada hari-hari libur bisa mencapai 3 sampai 4 jam berkendara. Kondisi ini tidak ideal untuk pengembangan wisata nasional, apalagi karakternya adalah Kawasan Strategis Nasional Pariwisata. Oleh karenanya, perlu segera merealisasikan infrastruktur jalan bagi kemudahan akses ke dan dari Tanjung Lesung dan kawasan pariwisata pesisir barat: Carita dan Anyer melalui jalur tengah Provinsi Banten.
Semua proyek infrastruktur jalan mestinya akan mendukung pencapaian sasaran KEK Tanjung Lesung yaitu berupa: (1) Jalan Tol Serang – Panimbang  direncanakan akan beroperasi pada  juli 2022 yang semula ditargetkan beroperasi pada Tahun 2018, (2) Peningkatan Kapasitas Jalan Nasional 022 Citereup - Tanjung Lesung selesai pada tahun 2019, (3) Reaktivasi KA  segmen I yang akan beroprasi pada tahun 2022 (tidak mundur lagi) dan segera mewujudkan target segmen II Pandeglang-Labuan, (4) Rencana pembangunan Bandara baru di Kabupaten Pandeglang dipercepat pembangunannya (Dasar rencana yang digunakan: Keputusan Menteri Perhubungan No 433 tahun 2010 tentang Penetapan Lokasi Bandara Baru di Pandeglang, Banten).
Issue (6) Berikan Komentar Ringkas (Kelas A):
Apa prediksi saudara jika semua proyek itu terwujud di Provinsi Banten …!

Dampak Tsunami
Tsunami Selat Sunda yang terjadi pada 22 Desember 2018 masih menyisakan trauma baik bagi sektor bisnis maupun permukiman masyarakat di kawasan terdampak. Selain berdampak pada kawasan pantai Anyer dan Carita, gelombang besar itu juga merambah pesisir sekitar Panimbang, Sumur sampai ke kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.  Di dalam kawasan KEK Tanjung Lesung sendiri ada lokasi yang terdampak Tsunami. Dari 25 project fisik, 3 lokasi diantaranya terdampak tsunami, yaitu  Jetty Beach Club, Beach Club, dan Dive Center. Namun dilaporkan semuanya telah mengalami perbaikan (progress 100%) oleh PT BWJ dengan masing-masing investasi senilai IDR 1,5M, IDR 850Jt dan IDR 15M.
Namun permasalahannya bukan berapa banyak dan berapa besar investasi yang ditanamkan pada pembangunan pariwisata, tetapi apakah KEK Tanjung Lesung sudah menerapkan mitigasi bencana di dalam kawasan tersebut. Maka untuk menjamin kelancaran dan keselamatan wisatawan dan penduduk sekitar, melindungi asset pariwisata dan menjaga kepercayaan dalam berinvestasi perlu perencanaan menghadapi dampak bencana tersebut.
Maka untuk itu mitigasi telah disiapkan dalam bentuk: (1) Menyiapkan jalur evakuasi di bufferzone dari Tanjung Lesung ke arah barat-utara sepanjang pantai antara Tanjung Lesung, Citeureup, Mekarsari dan Panimbang, (2) Pembangunan jalan baru untuk evakuasi bencana, (3) Jalur evakuasi di dalam KEK Tanjung Lesung, (4) Pemasangan peralatan mitigasi bencana seperti warning reciver system atau EEWS atas kerjasama dengan BMG Indonesia dan lembaga lain.
Issue (7) Berikan Komentar Ringkas (Kelas A):
Fasilitas mitigasi penting, tetapi lebih penting lagi kesadaran masyarakat untuk tetap waspada menghadapi fenomena alam. Ada usul bagaimana peran masyarakat dalam mitigasi bencana di sekitar KEK  Tanjung Lesung …!
 


66 commentaires:

  1. Assalamualaikum wr.wb. saya Annida Fitri Nurhidayati dari Kelas B. Izin berkomentar mengenai saran saya tentang upaya pemerintah untuk mengatasi penurunan kunjungan wisatawan. Menurut saya pemerintah dapat membeikan potongan harga terhadap wisatawan. Jika wisatawan asing dan wisatawan dari luar pulau Jawa maka dapat diberikan potongan harga transportasinya seperti pesawat dan Kapal laut. Tetapi untuk wisatawan dalam negeri khususnya untuk wisatawan dalam pulau Jawa bisa diberikan potongan harga tiket masuk destinasi wisata. Atau tidak adanya pungut pajak hotel dan restoran

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Perlu menjalin kerjasama nasional dan internasional untuk pemberian insentif terutama perusahaan airline yang direct. tks

      Supprimer
  2. Saya Bakriyah izin berkomentar, dengan adanya kek tanjung lesung sangat berperan penting bagi masyarakat sekitar guna membantu membangun perekonomian sekitar sehingga dapat memajukan wilayah tersebut menjadi wilayah yang terus maju

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Ms Bakriyah. Direct effectnya apa bagi masyarakat sekitar ...?

      Supprimer
  3. Data statistik trend kunjungan wisata tanjung lesung meningkat sampai tahun 2018. Lalu pasca Tsunami data statistik kunjungan ke tanjung lesung menunurun dratis, hal ini diakibatkan karena adanya trauma dalam masyarakat,selain itu rusaknya fasilitias wisata juga menjadikan turunnya kunjungan wisatawan,upaya yang dapat dilakukan pemerintah yaitu merenovasi kawasan yang rusak akibat tsunami, ditambah dengan keamanan yang lebih bagus seperti peringatan dini adanya tsunami sehingga para pengunjung bisa siap siaga. Pada tahun 2020, diharapkan data statisik kunjungan meningkat akan tetapi melihat kondisi saat ini yang dimana diberlakukannya PSBB karena virus covid-19 ini menjadikan harapan yang sebelumnya diharapkan harus terpaksa tertunda lagi, sehingga data statistik kunjungan wisata tanjung lesung sampai saat ini tidak mengalami peningkatan. Untuk mengatasinya akibat covid yaitu perlu adanya kerjasama antara pemerintah yang membuat kebijakan PSBB dan kita sebagai masyarakat untuk menuruti perintah pemerintah dengan berdiam diri dirumah saja. Semoga wabah virus covid-19 ini segera hilang. Aamiin.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Harapan Mesayu, masyarakat disiplin mematuhi protokol PSBB. Semoga pandemic segera terhenti.

      Supprimer
  4. Assalamualaikum wr.wb nama saya Fitriyah dari kelas B izin berkomentar kalau menurut saya yang tentang apakah ada sasaran kiat untuk menarik wisatawan setelah pasca tsunami? Menurut saya perlu,kerena akibat kejadian tersebut para wisatawan memiliki perbedaan pendapat masing-masing ada yang ingin mengunjungi nya lagi ada yang tidak maka peran pemerintah melakukan iklan promosi terhadap daerah wisata tersebut.
    Dan terhadap fasilitas menurut saya itu akan tercapai karna masih dalam jangan waktu yang sangat panjang dan pemerintah seharusnya bisa mengecek bangunan tersebut sudah sampai mana agar bisa memenuhi target.
    Dan solusi dalam menarik wisatawan yaitu diadakannya festival sangat bagus bisa menarik wisatawan agar datang di daerah wisata tersebut.
    Terimakasih

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Jika situasi sudah normal, Ms Fitriyah dkk boleh kuliah lapang ke lokasi terdampak agar tahu apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah, pengelola destinasi,dan masyarakat setempat.

      Supprimer
  5. Assalamualaikum Wr. Wb. Nama saya Ma'rifatul Hasanah dari kelas b. Izin berkomentar mengenai saran saya tentang festival Tanjung Lesung diadakan setiap tahun, apakah event tersebut efektif untuk mendatangkan wisatawan. Menurut saya efektif dan menarik juga untuk para wisatawan karena di festival tersebut di adakan acara seperti Montain Bike Cross Country Marathon (MTB XCM), Rhino Cross Tiathalon.
    Selain itu para pengunjung juga bisa melihat beragam ajang seni budaya seperti Pasar Industri Kecil Menengah (IKM), Festival Kolecer, dan Festival Layang-layang. Festival ini juga sebagai untuk memabangkitkan kembali pariwisata Banten setelah di terjang tsuniami akhir bulan Desember lalu.
    Terimakasih

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Tourism event masih terus diselenggarakan. Bahkan sudah masuk kalender event nasional.

      Supprimer
  6. Assalamualaikum Wr. Wb. Nama saya Ma'rifatul Hasanah dari kelas b. Izin berkomentar mengenai saran saya tentang festival Tanjung Lesung diadakan setiap tahun, apakah event tersebut efektif untuk mendatangkan wisatawan. Menurut saya efektif dan menarik juga untuk para wisatawan karena di festival tersebut di adakan acara seperti Montain Bike Cross Country Marathon (MTB XCM), Rhino Cross Tiathalon.
    Selain itu para pengunjung juga bisa melihat beragam ajang seni budaya seperti Pasar Industri Kecil Menengah (IKM), Festival Kolecer, dan Festival Layang-layang. Festival ini juga sebagai untuk memabangkitkan kembali pariwisata Banten setelah di terjang tsuniami akhir bulan Desember lalu.
    Terimakasih

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Bagus ya, kelompok seni Untirta sudah pernah partisipasi di festival Tanjung Lesung ...?

      Supprimer
  7. Saya Dian Ami Astuti dari kelas B, izin berkomentar, mengenai data statistik trend kunjungan wisata yang meningkat di tahun 2018 lalu menurun drastis di tahun 2019 dikarenakan dampak dari tsunami,kemungkinan besar penurunan ini terjadi karena masih ada rasa ketakutan pada wisatawan untuk datang ke Tanjung Lesung, oleh karena itu disarankan kepada pengelola atau pemerintah setempat untuk memasang alat untuk mendeteksi terjadinya gempa dan tsunami. Terimakasih.

    RépondreSupprimer
  8. Assalammualaikum wr.wb. Nama saya Enisa Nur Awaliyah Mahasiswi pendidikan sejarah 2019 kelas B. Izin berkomentar mengenai upaya pemerintah untuk mengatasi penurunan kunjungan wisatawan.Akibat wabah virus corona menyebabkan pelemahan perekonomian, China mengalami kontraksi. Kondisi tersebut kemudian disusul dengan kebijakan pemerintah Indonesia tentang upaya pembatasan ekspor-impor ke China membuat angka tersebut akan sulit untuk dicapai,Sektor pariwisata menjadi terdampak pertama kali dengan potensi kerugian pendapatan devisa nasional mencapai dua miliar dolar Amerika Serikat.Upaya yang dilakukan oleh pemerintah sangat membantu karna guna untuk menunjang dan menutupi kebutuhan finansial yang terjadi selama adanya wabah covid-19 ini.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Semua sektor terkendala. Kita berdoa semoga segera normal.

      Supprimer
  9. Ce commentaire a été supprimé par l'auteur.

    RépondreSupprimer
  10. Assalamualaikum wr.wb. Saya Rima Oktavian dari kelas B.izin berkomentar mengenai festival tanjung lesung apakah efektif untuk mendatangkan wisatawan. Menurut saya event tersebut efektif karena Festival Tanjung Lesung merupakan event tahunan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Provinsi Banten di Pantai Tanjung Lesung. festival ini dapat menjadi salah satu ajang promosi untuk mendorong wisatawan domestik maupun mancanagera datang ke Banten Selatan. Sehingga adanya event ini wisatawan menjadi tertarik untuk datang ke tanjung lesung, selain itu festival ini akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, khusunya ke Pantai Tanjung Lesung, dan umumnya ke objek wisata lain di Pandeglang

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Anda hadir dan berpartisipasi di Festival tersebut ...?

      Supprimer
  11. Assalamu'alaikum, wr.wb. Nama saya Denisa Ramadhani (2288190001) dari Jurusan Pendidikan Sejarah Kelas A, Izin mengomentari, Bagaimana peran masyarakat dalam mitigasi bencana disekitar KEK Tanjung Lesung. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) sendiri telah mengajak masyarakat untuk membuat Desa Tangguh Bencana atau Destana dimasing-masing wilayah yang berpotensi bencana. Pada saat pra bencana peran masyarakat antara lain (1) Berpartisipasi pembuatan analisis risiko bencana, (2) Melakukan penelitian terkait kebencanaan, (3) Melakukan upaya pencegahan bencana, (4) Bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya mitigasi, (5) Mengikuti pendidikan, pelatihan dan sosialisasi penanggulangan bencana (6) Bekerjasama mewujudkan Kampung Siaga Bencana (KSB).

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Ya Sdr Denisa, banyak lembaga kemasyarakat juga terlibat dalam trauma healing di lokasi terdampak. Tapi lebih pentig lagi Peran masyarakat setempat sangat penting.

      Supprimer
  12. Assalamualaikum wr wb
    Saya sarmila praja (2288910013) Kelas A
    Ijin berkomentar upaya pemerintah dan masyarakat atas menurunya fasilitas dan kurangnya dayatarik wisata tanjung lewsung setelah terjadinya tsunami, menurut pendapat saya pemerintah atau masyarakat harus melakukan pemasaran kemabli terkait tempat wisata tersebut baik melalui media online atau offline,masyarakat atau pemerintah juga bisa mengadakan seperti pameran atau festival di kawasan tanjung lesung agar bisa menarik perhatian para wisatawan untuk datang ke temoat tersebut.
    Terimakasih

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Pameran dan Festival sudah dan terus diselenggarakan sebagai bagian dari promosi destinasi. Mungkin perlu content baru untuk menghindari kebosanan.

      Supprimer
  13. Ce commentaire a été supprimé par l'auteur.

    RépondreSupprimer
  14. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh Pak, selamat pagi, saya Rilva Deni Yogatama (22882190038) dari kelas A izin berkomentar, untuk masalah mitigasi bencana yang dilakukan masyarakat, masyarakat bisa berperan aktif bila memiliki kesadaran akan bahaya bencana alam dan kesadaran tersebut bisa muncul bila ada lembaga yang memberi sosialisasi, baik lembaga swadaya masyarakat maupun dari pemerintah, masyarakat bisa saja bahu membahu membuat tanggul pemecah ombak, juga bisa menanam banyak manggrove meskipun tidak terlalu efektif dalam menahan gelombang tinggi. Sekian dari saya, terimakasih Pak

    RépondreSupprimer
  15. Asalamu'alaikum wr.wb saya suhiri dari sejarah 2019 kelas A, izin comen atau memberi usulan pemikira saya peribadi perihal materi di atas.
    Dalam perihal pencegahan tanjung lesung tersebut tentu saja upaya masyarakat yang pertama harus selalu waspada karena pemukiman yang dekat dengan laut, dan kadang sunami datang yang tidak terduga,contohnya pada tahun kemaren.tentu kita bisa sebut itu fenomena alam, tetapi kita sebagai hamba yang insa allah beragama selain menjaga ekosistem alam, kita harus menjaga pergaulan kita, karna sudah banyak yang melakukan maksiat biasanya di pinggir pantai, dan allah pun murka, akhirnya mendatangkan musibah itu sendiri. Untuk itu kita harus selalu waspada dan menjaga titipan dari tuhan kita...

    RépondreSupprimer
  16. Assalamualaikum, saya Sukma Aji Pamungkas (2288190021) dari kelas A. prediksi saya jika semua proyek itu terwujud di Banten khususnya di serang dan pandeglang, maka pengusaha-pengusaha asing banyak yang mendirikan usaha-usaha entah di bidang jasa maupun makanan. Dan jika semua itu terjadi sesuai dengan perencanaan maka Banten akan mampu bersaing dengan kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan surabaya di bidang ekonomi dan pariwisata.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Pengusaha asing boleh, yang nasional dan lokal juga boleh berinvestasi di bisnis pariwisata

      Supprimer
  17. Assalamu'alaikum wr.wb. Nama saya Lina Herlina mahasiswi pendidikan sejarah kelas A, izin memberikan tanggapan tentang issue ke 5
    Karena mereka melihat Tanjung Lesung memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan bersama-sama. Namun sayangnya, investasi-investasi baru tersebut lanjutnya belum dapat direalisasikan karena saat ini tengah fokus pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu. Ke depannya di 2020-2021 beberapa investor baru sudah mulai mengembangkan di sekitar hotel.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Mungkin menunggu akses Tol Serang - Panimbang selesai, akan lebih banyak investor tertarik

      Supprimer
  18. Assalamualaikum pak, nama saya Amalia Dwi Sahara (2288190015)dari kelas A, ijin berkomentar.

    Kalo menurut saya pribadi pak, waktu yang lama dalam pembangunan KEK tanjung lesung itu karna kelambatan pemerintah. Pemerintah pusat udah nyuruh gini gini, tapi pas sampe pemerintah daerah, ada sedikit kendala. Biasanya sih gitu pak, dan kendala yang paling sering terjadi biasanya lambat dalam masalah surat menyurat dan perizinan. Terus faktor masyarakat juga mempengaruhi. Saya asli orang banten, yang saya lihat di sekitar saya malah kebanyakan menolak tanjung lesung dijadikan kek,karena mereka pikir nantinya bakal banyak turis asing yang dianggap kurang sopan dan tidak memperhatikan tata krama masyarakat sekitar, seperi turis di Bali.

    Untuk isue ke-5,menurut saya karna faktor geografi juga. Karena letaknya ga jauh dari kota meskipun gaada tol, tapi masih bisa dijangkau sama kendaraan darat, apalagi nanti kalo dibangun tol. Terus karna faktor alam juga pak, dari dulu pandeglang udah punya daya tarik sendiri bagi wisatawan asing. Saya salut mereka mau berinvestasi di negara kita, padahal negara kita udah di cap negara koruptor tapi itu ga mengurungkan niat baik mereka, semoga semuanya lancar.

    (isue6) Wah saya seneng banget pak kalo semuanya lancar dan beneran terjadi. Jujur saya bangga banget jadi orang Banten, dengan segala keindahan dan keuinikannya. Kalo rencana ini terlaksana udah pasti perekonomian Banten terutama bagian Pandeglang jadi membaik, citra Bantrb dimata publik juga baik,bahkan ga cuma Indonesia ,tapi dunia. Apalagi saya anggota konunitas GenPI Kabupaten Serang, jadi bisa ikut berkontribusi dalam hal ini pak, misalnya bantu menyebarluadkan berita kalo sekarang perairan banten udah aman.

    Isue7. Kalo buat mitigasi bencana kayanya susah pa, karena bencana kan gabisa di prediksi kapan terjadi. Paling,kita cuma bisa mengedukasi masyarakat sekitar tentang apa aja yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Mulai dari datang kabar dari BMKG, sampai bencana itu benar benar terjadi.
    Terima kasih pak, maaf kalo kurang puas dan bahasanya agak belepotan. Saya cuma pake bahasa sendiri aja biar lebih mudah dipahami.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Untuk pengelolaan destinasi, silakan diukur dengan standar 5A plus kelembagaan dan investasi. Untuk issue 7 sepertinya kesadaran sudah ada, bahwa kita hidup di atas ring of fire. Usul edukasi masyarakat perlu direalisasikan melalui relawan kampus.

      Supprimer
  19. Assalamualaikum warahmatullahi,WB.
    Nama saya AsmunaTugas dari pendidikan sejarah 2019, kelas A.izin menanggapi isu 6.prediksi saya jika semua proyek terwujud di provinsi Banten maka akan mendatangkan lebih banyak wisatawan asing, nasional,lokal yang datang ke tanjung lesung (wisata Banten),Dengan begitu akan menambah perekonomian dan memajukan masyarakat setempat di sekitar tempat pariwisata.

    RépondreSupprimer
  20. Assalamualaikum wr.wb Nama saya Nuraeni (2288190003) Kelas A, ijin berkomentar mengenai faktor yang membuat para investor tertarik berinvestasi di KEK Tanjung Lesung.
    Ada banyak para investor asing maupun swasta yang berniat berinvestasi ke KEK Tanjung Lesung, para investor ini melihat bahwa Tanjung Lesung memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan bersama-sama. KEK Tanjung Lesung memiliki luas area 1.500 Ha dengan potensi pariwisata yang beragam, antara lain keindahan alam pantai, keragaman flora dan fauna serta kekayaan budaya yang eksotis. KEK Tanjung Lesung juga dekat dengan atraksi wisata Banten lainnya seperti Kawasan Tua Banten, Budaya Badui dan Debus, Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Krakatau serta wisata kepulauan. Sehingga dengan memiliki Letak yang strategisi ini membuat KEK Tanjung Lesung dapat menarik para investor asing maupun swasta.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Itu sebabnya dijadikan KEK dalam KSPN. DPNnya ambil Krakatau dan Ujung Kulon, sebagai fenomena alam yang luar biasa.

      Supprimer
  21. Assalamualaikum wr,wb. Saya Imas Mufliha, Kelas A. Izin mengomentari issue 7 mengenai mitigasi bencana pada KEK Tanjung Lesung. Peran masyarakat sangatlah penting dalam mitigasi bencana. Seperti masyarakat harus terlibat dalam Pra Bencana, Saat terjadi bencana, dan Pasca Bencana. Dalam hal itu yang bekerja bukan hanya pemerintah saja tetapi masyarakat juga dibutuhkan. Perannya yang penting inilah bisa membantu menanggulangi bencana alam serta adanya kesiapan dari pemerintah maupun masyarakat saat bencana alam itu datang. Seperti mengikuti pendidikan dan pelatihan sosialisasi mengenai kebencanaan, melakukan evakuasi mandiri, dan ikut serta dalam upaya pemulihan dan pembangunan sarana dan prasaran umum lainnya.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Kita berharap sosialisasi itu tetap dilakukan. Jangan menunggu ...!

      Supprimer
  22. Assalamualaikum wr.wb
    Nama saya Ayu Lisda dari kelas A. Izin berkomentar mengenai mitigasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Mitigasi bencana tsunami yang dapat dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan aktif dalam kegiatan identifikasi kebencanaan, menunjukkan kesadaran bahwa permasalahan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Selain itu, masyarakat juga dapat bergotong royong menanam pohon kelapa dan pohon bakau di sekitar pesisir pantai sebagai antisipasi menahan air laut akibat tsunami. Lalu, jika terjadi gempa yang besar dan air laut tiba tiba surut maka, masyarakat hendaknya segera mencari tempat yang lebih tinggi karena surutnya air laut merupakan tanda akan terjadinya bencana tsunami

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Fenomena itu harus menjadi bagian dari fakta bagi riset kalangan akademisi. Termasuk kearifan lokal yang berperan penting dalam mitigasi.

      Supprimer
  23. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Saya mohammad Hasan dari kelas A izin mengomentari terkait dampak apabila semua infrastruktur telah rampung. Apabila infrastruktur penunjang akses telah rampung seluruhnya, maka itu akan memberikan dampak yang berpengaruh. Kemudahan akses ke tanjung lesung akan menjadi pertimbangan para investor sehingga mereka akan tertarik untuk menggelontorkan dananya di tanjung lesung. Selain investor, jumlah wisatawan juga akan meningkat karena kemudahan dalam mengakses wisata tanjung lesung ini sehingga akan memberikan keuntungan bagi tempat wisata itu sendiri.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Manfaat bagi masyarakat sangat penting sebagai tolak ukur Sustainable tourism (economic & social effect).

      Supprimer
  24. Assalamualaikum wr wb saya Annisa Nur Hidayah (2288190032) dari kelas A izin berkomentar mengenai peran masyarakat dalam mitigasi bencana di sekitar KEK Tanjung Lesung. Pasca bencana tsunami 2018 lalu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten terus berupaya agar aktivitas pariwisata bisa bangkit kembali. 
    Tidak dapat dipungkiri jika bencana alam, menjadi tantangan tersendiri bagi sebuah kawasan wisata. Dari pengalaman tersebut, pihak pengelola Tanjung Lesung bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat untuk upaya mitigasi bencana bagi sektor pariwisata. Selain itu, upaya tersebut juga dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan dan masyarakat sekitar.
    Kepala Balai BMKG Wilayah II, Hendro Nugroho menyampaikan bahwa BMKG memberikan sejumlah fasilitas berupa peralatan deteksi dini bencana di beberapa titik tempat wisata di Banten, khususnya di Tanjung Lesung. 
    Hal tersebut dilakukan untuk memberikan info dini bencana, sehingga para wisatawan dan masyarakat sekitar selalu waspada terhadap bencana, terutama gempa bumi dan tsunami

    RépondreSupprimer
  25. Assalamualaikum,izin berkomentar saya Siti Komariyah (2288190045) mengenai mitigasi bencana KEK Tanjung Lesung. Memang betul kesadaran masyarakat mengenai bencana sangatlah penting, jika masyarakat abai dengan bencana yang bisa terjadi kapan saja, maka akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Pemerintah setempat harus menyediakan fasilitas mitigasi bencana, masyarakat pun harus sadar mengenai mitigasi bencana. Jika masyarakat sudah mengetahui pencegahan apa yang harus dilakukan saat akan terjadi bencana, korban dan kerugian pun bisa diminimalisir.

    RépondreSupprimer
  26. assalamualaikum wr,wb, nama saya Susi (2288190005) jurusan pendidikan sejarah kelas A, izin mengomentari tentang tsunami tanjung lesung tsunami telah menyisakan trauma bagi masyarakat, terutama yang berada di pesisir pantai Tanjung lesung, karena bayak korban yang meninggal dunia akibat tsunami tersebut membuat warga resah, takut akan adanya musibah tsunami bencana alam yang menimpa masyarakat Banten tentunya, masyarakat resah ketika mendengar dan melihat air laut surut bayak yang mengungsi mencari dataran yang tinggi karena tanda dari air laut surut itu bertanda akan tsunami, ketakutan masyarakat masih sama seperti tsunami kemaren yang menggemparkan masyarakat Banten, masyarakat masih trauma akan peristiwa itu,

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Jika begitu, berpartisipasilah dalam trauma healing, tapi yang terpenting kehidupan ekonomi harus segera kembali normal. Bisa studi lapang ke lokasi terdampak.

      Supprimer
  27. Assalamualaikum wr,wb Nama saya Dewi Yuliani dari kelas A, izin mengomentari Faktor yang membuat mereka tertarik berinvestasi ke KEK Tanjung Lesung, menurut saya faktor yg membuat mereka tertarik karena keindahan alamnya yang relatif masih perawan mengingatkan orang pada sejumlah daerah wisata yang di Pulau Dewata dan pemandangannya yg sangat enak dipandang seperti hutan dan perkebunan di perbukitan yang berbatasan dengan alun biru jernih laut beralas hamparan kokohnya karang-karang, dan Gunung Anak Krakatau . Belum lagi bicara potensi lainnya di mana daerah ini terkenal sebagai penghasil aneka jenis ikan, kerang hijau, buah semangka, serta keindahan alam bawah lautnya.

    Saya juga akan mengomentari tentangbagaimana peran masyarakat dalam mitigasi bencana di sekitar KEK Tanjung Lesung, menurut saya Masyarakat mempunyai peran yang sangat vital dalam pencegahan bencana. Sebab merekalah yang mengetahui secara detail kondisi dan sifat-sifat entitas di sekitarnya. Masyarakat sekitar harusnya memiliki inovasi-inovasi berlandaskan kearifan lokal dalam penanggulangan bencana. Yang dapat diusulkan dan dijalankan bersama pemerintah. Pada saat pra bencana peran masyarakat yaitu Berpartisipasi pembuatan analisis risiko bencana,Melakukan penelitian terkait kebencanaan,Melakukan upaya pencegahan bencana,Bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya mitigasi,Mengikuti pendidikan, pelatihan dan sosialisasi penanggulangan bencana.Adapun peran masyarakat pada saat bencana yaitu Memberikan informasi kejadian bencana ke BPBD atau iInstansi terkait,Melakukan evakuasi mandiri, Melakukan kaji cepat dampak bencana, dan Berpartisipasi dalam respon tanggap darurat sesuai bidang keahliannya.
    Sementara itu peran masyarakat pada saat pascabencana adalah Berpartisipasi dalam pembuatan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi, dan Berpartisipasi dalam upaya pemulihan dan pembangunan sarana dan prasarana umum. Terimakasih

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Human-ecosystem harus tetap terawat dalam sustainable development

      Supprimer
  28. assalamualaikum wr.wb nama saya Shelita Bunga Apriyana (2288190039) kelas A Pendidikan Sejarah izin mengomentari isue 6 apabila semua proyek itu terwujud maka banten memiliki peluang sangat besar untuk menjadi tempat pariwisata yang sangat diminati oleh para wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara, dan bukan hanya wisatawan tetapi para investor asing akan semakin berlomba lomba untuk berinvestasi,dan perekonomian masyarakat banten pun akan menjadi lebih baik karena banyaknya wisatawan yang ingin berkunjung ke banten. dan rencana Tanjung Lesung akan dikembangkan menjadi destinasi wisata "bali baru" akan terwujud. dan semoga saja semua proyek itu memang benar benar segera terealisasikan.

    RépondreSupprimer
  29. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh nama saya Rizki Ramadan dari kelas A, menurut saya, Mengapa kek Tanjung Lesung diresmikannya lama, karena kurang perhatiannya pemerintah kemudian tidak adanya inisiatif masyarakat juga yang melatar belakangi lamanya diresmikannya tempat ini sebagai kawasan pariwisata serta pembangunannya juga yang memakan banyak biaya.
    Kemudian mengapa para investor asing mau berinvestasi di kawasan tersebut adalah karena kawasan tersebut meniliki potensi yang mumpuni baik dari segi keindahan dan segi geografisnya yang bagus yang berada di selat sunda, potensi serta keindahan alamnya yang menjanjikan dan diperkirakan akan menjadi tempat pariwisata andalan membuat para investor asing tertarik untuk berinvestasi, pembuatan hotel bergaya luar negri juga merupakan salah satu hal yang akan menjadi dayatarik tersendiri untuk wilayah pariwisata tersebut. Sehingga bukan tidak mungkin lagi untuk menarik pengunjung ke sana, apalagi jika akses jalan sempurna akan ada banyak pengunjung yang datang.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Pentingnya attraction, tetapi mitigasi tetap harus dilakukan

      Supprimer
  30. Assalamualaikum wr.wb, saya Sarah Aisyah Salsabilah (2288190004) dari kelas A Pendidikan Sejarah 2019 izin mengomentari Faktor apa yang membuat mereka tertarik berinvestasi ke KEK Tanjung Lesung. Pertama-tama KEK Tanjung Lesung memiliki letak yang strategis dan akses yang mudah dijangkau, yaitu 170 km dari Ibukota Jakarta dan dapat ditempuh melalui perjalanan darat selama 2,5–3 jam. Lalu KEK Tanjung Lesung memiliki luas area 1.500 Ha dengan potensi pariwisata yang beragam, antara lain keindahan alam pantai, keragaman flora dan fauna serta kekayaan budaya yang eksotis. KEK Tanjung Lesung juga dekat dengan atraksi wisata Banten lainnya seperti Kawasan Tua Banten, Budaya Badui dan Debus, Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Krakatau serta wisata kepulauan. Dan juga jumlah pengunjung di KEK Tanjung Lesung selalu bertambah setiap tahunnya. Itulah faktor-faktor yang membuat para investor tertarik untuk berinvestasi ke KEK Tanjung Lesung. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata atau informasi, sebelumnya Terimakasih banyak.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. 3A sudah tercakup menjadi bahan pertimbangan. Tinggal percepatan prasarana dan sarana di dalam dan bufferzone kawasan. Tks commentnya, Ms Sarah.

      Supprimer
  31. Assalamualaikum wr.wb. Nama saya Sekar Wulan Suci (2288190037) dari kelas A izin menanggapi Tanjung Lesung diusulkan menjadi KEK pada tahun 1991 dan baru diresmikan pada tahun 2015, ternyata membutuhkan waktu cukup lama untuk membangun KEK.
    Membangun kawasan ekonomi khusus memang membutuhkan waktu yang lama menurut saya. Ini tergantung bagaimana pemerintah pusat berupaya dalam membangun wilayah ekonomi khusus tersebut. Kemudian ada faktor-faktor yang menghambat dibuatnya kawasan ekonomi khusus tersebut. Di tanjung lesung sendiri, tentunya memiliki hambatan-hambatan yang harus diatasi agar tempat wisata tersebut bisa diresmikan menjadi kawasan ekonomi khusus. Dari kurang jelasnya tugas promosi dan jumlah pegawai administrator KEK masih kurang, jalan yang masih rusak, belum adanya kendaraan oprasional, rendahnya pendidikan masyarakat disana dan lain sebagainya. Tentunya pemerintah dalam hal ini perlu melakukan usaha-usaha yang besar dalam membangun tanjung lesung menjadi tempat wisata yang layak, sehingga bisa menjadi kawasan ekonomi khusus.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Luar biasa. Lanjutkan dengan riset dari sisi perkembangan sejarah Tanjung Lesung dan sekitarnya(pendekatan geografi dan sosial ekonomi). Tks Sekar.

      Supprimer
  32. Assalamualaikum saya Intan Juwita dari kelas A izin memberi jawaban mengenai pertanyaan prediksi saya jika proyek infrastruktur di KEK Tanjung Lesung terwujud. Menurut saya jika proyek infrastruktur tersebut terwujud secara maksimal, tentu saja destinasi Tanjung Lesung akan mengalami peningkatan pengunjung, dikarenakan akses menuju kesana sudah ada dan memadai serta tidak memerlukan waktu yang lama, dan konektivitas antar daerah sudah baik, jika pengunjung sudah ramai, maka akan menarik pengunjung lain yang belum pernah datang ke Tanjung Lesung, terlebih lagi pasti ada omongan dari yang pernah berkunjung mengenai 'wah jalanannnya sudah bagus, sudah dibangun tol jadi ga perlu waktu lama' yg menimbulkan daya tarik tersendiri bagi yang belum pernah berkunjung.
    Dan untuk pertanyaan mengenai peran masyarakat dalam mitigasi bencana di KEK Tanjung Lesung adalah masyarakat dapat berpartisipasi pembuatan analisis upaya apa yang tepat untuk mencegah bencana yang terjadi, karena kan mereka yang paham akan kondisi daerahnya, terus masyarakat bisa berkerjasama dengan pemerintah untuk mewujudkan kampung siaga bencana, serta ketika suatu bencana terjadi atau tanda2 bencana akan muncul, masyarakat bisa dengan sigap dan cekatan memberi informasi kepada BPBD agar bencana yg terjadi dapat di hadapi sebaik mungkin, dengan resiko kerusakan dan korban yang sedikit. Terimakasih

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Ada manfaat utk destinasi terdekat atau yang dilewati TOL sprti Kota Rangkasbitung dan destinasi di Kab Lebak. Silakan dikaji lagi ? Mitigasi memang sudah seharusnya dilakukan bersama.

      Supprimer
  33. Nama saya Almanisa nur fadilla dari kelas A izin mengomentari mengenaiU paya Kek Tanjung Lesung yaitu menereapkan mitigasi bencana di dalam kawasan tersebut. Maka untuk itu mitigasi telah disiapkan dalam bentuk: (1) Menyiapkan jalur evakuasi di bufferzone dari Tanjung Lesung ke arah barat-utara sepanjang pantai antara Tanjung Lesung, Citeureup, Mekarsari dan Panimbang, (2) Pembangunan jalan baru untuk evakuasi bencana, (3) Jalur evakuasi di dalam KEK Tanjung Lesung, (4) Pemasangan peralatan mitigasi bencana seperti warning reciver system atau EEWS atas kerjasama dengan BMG Indonesia dan lembaga lain.

    RépondreSupprimer
  34. Dua hal penting perlu dicatat: peralatan harus bekerja dengan baik, masyarakat harus mengetahui jalur evakuasi terdekat. Thanks for the last comment. Selamat menunaikan ibadah puasa dan tetap WfH sampai situasi kembali normal. Semoga seluruh mhs senantiasa sehat walafiat. Ameen.

    RépondreSupprimer
  35. saya Luthfiah Suryani dari kelas B izin berkomentar jadi
    Untuk issue 1 : Karena Tanjung Lesung ditempatkan dalam posisi penting yang juga strategis jadi pembangunan pariwisata baik nasional maupun daerah, yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata sebagai satu dari Sepuluh Destinasi Prioritas Nasional bersama-sama dengan destinasi pariwisata yang lainnya, itu perlu melakukan banyak step dan hingga akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015, yang pastinya harus banyak elemen untuk mendapatkannya.
    Issue 2 : Pemerintah berupaya menciptakan kembali iklim investasi di kawasan tersebut. Dengan memberikan dukungan investasi merupakan kewajiban pemerintah, tapi kalau kawasan adalah tanggung jawab pengelola, bukan pemerintah.
    Issue 3 : Terlihat selama 3 tahun telah beroperasi, pemanfaatan dan pengembangan KEK Tanjung Lesung dirasa masih belum optimal dan masih belum memberikan dampak besar bagi pembangunan Nasional, Regional dan Lokal.
    Issue 4 : Lumayan efektif menarik banyak wisatawan karena menyediakan berbagai macam acara yang menarik, tetapi pasca tsunami yang terjadi di akhir tahun itu, terjadi penurunan kunjungan wisata di Banten. Sekitar 30% turun, oleh karena itu ada rencana pada tahun 2022, jalan tol Serang-Panimbang akan segera beroperasi. Ini tentunya akan menghemat jarak tempuh wisatawan dari Jakarta ke Pandeglang khususnya Tanjung Lesung dan juga bandara internasional di Pandeglang, Banten. Pastinya festival ini bakal mengundang banyak wisatawan.
    Issue 5 : dari sebuah artikel mengatakan bahwa, mereka melihat Tanjung Lesung memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan bersama-sama.

    RépondreSupprimer
  36. Assalamualaikum wr.wb. Saya Mela Larensa dari Pendidikan Sejarah kelas A. Izin mengomentari issue 7, peran masyarakat dalam mitigasi bencana yaitu masyarakat harus berperan aktif atau menjadi subjek dalam upaya mitigasi dan juga penanggulangan bencana, kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam mitigasi bencana dan penanggulangan bencana harus ditingkatkan. Upaya mendorong peran aktif masyarakat akan nilai kapasitas masyarakat dan selanjutnya akan bisa mengurangi risiko bencana. Adapun hak dan kewajiban masyarakat, sebagaimana UU No 24 Th 2007 tentang Penanggulangan Bencana yakni masyarakat (setiap orang) berhak untuk (1) Mendapatkan perlindungan sosial dan rasa aman, khususnya kelompok masyarakat rentan bencana, (2) Mendapatkan pendidikan, pelatihan, dan ketrampilan, (3) Mendapatkan informasi secara tertulis dan/atau lisan, tentang kebijakan PB, (4) Berperan serta dalam perencanaan, pengoperasian, dan pemeliharaan program penyediaan bantuan, (5) Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan khususnya yang berkaitan dengan diri dan komunitasnya, (6) Melakukan pengawasan, (7) Mendapatkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar (khusus kepada yang terkena bencana), dan (8) Memperoleh ganti kerugian karena terkena bencana yang disebabkan oleh kegagalan konstruksi. Sementara itu kewajiban masyarakat adalah (1) Menjaga kehidupan sosial masyarakat yang harmonis, (2) Memelihara keseimbangan, keserasian, keselarasan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup, (3) Melakukan kegiatan penanggulangan bencana, dan (4) Memberikan informasi yang benar kepada publik tentang penaggulangan bencana. Adapun peran masyarakat pada saat bencana antara lain (1) Memberikan informasi kejadian bencana ke BPBD atau iInstansi terkait, (2) Melakukan evakuasi mandiri, (3) Melakukan kaji cepat dampak bencana, dan (4) Berpartisipasi dalam respon tanggap darurat sesuai bidang keahliannya.
    Sementara itu peran masyarakat pada saat pascabencana adalah (1) Berpartisipasi dalam pembuatan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi, dan (2) Berpartisipasi dalam upaya pemulihan dan pembangunan sarana dan prasarana umum.
    Terimakasih

    RépondreSupprimer