mercredi 22 avril 2020

PENGELOLAAN KOLEKSI MUSEUM

MATERI PEMBELAJARAN

MK ARSIP, MUSEUM DAN DOKUMENTASI

Pertemuan Ke-13 Work from Home
Semester Genap (IV) | Rabu | 22 April 2020



PENGELOLAAN BENDA KOLEKSI MUSEUM 


Moh. Ali Fadillah



Rangkaian kegiatan pengelolaan koleksi terdiri dari pengadaan, registrasi, inventarisasi, perawatan, penelitian dan penyajian koleksi di ruang pamer atau disimpan pada ruang penyimpanan koleksi.  Kegiatan pengadaan koleksi dimulai dengan perencanaan pengadaan dengan mengacu kepada tema pokok dan tema khusus yang telah ditetapkan oleh museum sesuai dengan SOP lembaga. Pada umumnya benda-benda bakal koleksi museum dapat diperoleh melalui beberapa cara, yaitu dari hasil survey dan ekskavasi arkeologi, penelitian bawah air (underwater archaeology), temuan tidak sengaja oleh penduduk, benda warisan keluarga, barang sitaan, dan cara lain yang secara hukum dibenarkan. Benda-benda bakal koleksi museum itu dapat diperoleh melalui pembelian, hibah, ataupun sebagai titipan dari pemiliknya. Proses selanjutnya adalah penanganan koleksi,\ yang dilakukan melalui tahapan: pengadaan koleksi, penyimpanan, registrasi dan inventarisasi, perawatan, penyimpanan, penelitian dan penyajian koleksi.



Registrasi dan Inventarisasi Koleksi



Seluruh benda bakal koleksi museum pada tahap pengadaan harus mendapat perlakuan yang sama dalam proses pengadministrasiannya, yaitu registrasi dan inventarisasi koleksi. Registrasi dan inventarisasi koleksi merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari pencatatan dan pendeskripsian hal ikhwal benda koleksi, mencakup asal-usul, pemilik pertama, proses masuk atau alih kepemilikan, dan kondisi fisik saat pengadaan atau penerimaan, yang dilengkapi dengan bukti-bukti foto dan gambar berskala atau metrik yang diuraikan secara singkat, padat dan jelas. Proses pemasukan data bakal koleksi museum (entry data) dilakukan untuk menjamin tertib administrasi pengadaan koleksi serta kelengkapan data tentang koleksi. Oleh karena itu proses registrasi dan inventarisasi koleksi harus dilakukan secara seksama dengan menggunakan alat bantu berupa kartu katalog baik secara konvensional, yaitu dengan menggunakan bahan cetakan (buku / kertas) yang nantinya akan dialihkan ke dalam bentuk database koleksi digital dengan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan.



Inventarisasi koleksi merupakan tahapan kegiatan pencatatan setelah dilakukan registrasi terhadap koleksi museum. Pada prinsipnya inventarisasi koleksi merupakan kegiatan pencatatan benda-benda yang telah ditetapkan menjadi koleksi museum ke dalam Buku Inventaris Koleksi, yang dilakukan dengan mengacu pada sebagian dari informasi atau data yang telah tercatat pada Buku Induk Registrasi Koleksi. Pada tahap ini, selain pada buku inventaris, informasi atau data benda koleksi juga dicatat pada kartu inventaris. Perbedaannya dengan Buku Induk Registrasi, pada Buku Inventaris dan Kartu Inventaris tidak mencantumkan harga, tetapi tercatat uraian tentang benda koleksi secara detil dan lebih lengkap sesuai dengan hasil pengamatan atau penelitian awal terhadap benda koleksi. Contoh format Buku Induk Invenaris dan Kartu Inventaris Koleksi dapat dilihat pada lampiran.



Secara garis besar, dilihat dari tahapan kerjanya, kegiatan registrasi dan inventarisasi koleksi museum, meskipun ada perbedaan dalam penekanan, namun menunjukkan beberapa persamaan, yaitu dalam penomoran, klasifikasi, katalogisasi, pengukuran dan pencatatan lainnya. Tahapan kegiatan yang paralel antara registrasi dan inventarisasi dilakukan melalui tahapan kerja sebagai berikut: penomoran, klasifikasi, katalogisasi, pengukuran (dimensi & bobot) koleksi, dan pemotretan, termasuk pembuatan gambar detil.



Beri komentar:

Aplikasi apa yang dianggap standar untuk kegiatan entry data bakal koleksi museum, khususnya untuk deskripsi, info grafis ataupun dokumen foto, barangkali ada inovasi dari TIK ...?



Konservasi Benda Koleksi



Dalam pengelolaan museum, perawatan benda koleksi merupakan unit kegiatan yang bersifat tetap dan berkelanjutan. Hal ini dikarenakan benda-benda koleksi lebih-lebih yang terbuat dari bahan organik rentan terhadap karusakan, baik karena faktor alamiah maupun tindakan manusia. Oleh karena itu perawatan benda koleksi merupakan upaya untuk menghambat proses kerusakan atau pelapukan dan menjaga agar tetap berada pada kondisi yang baik, sesuai dengan aslinya.



Untuk melakukan perawatan koleksi, terlebih dahulu harus diperhatikan kondisi fisik dari  benda koleksi seperti sifat, jenis, dan lingkungan di mana koleksi ditempatkan. Tidak sedikit benda koleksi yang mempunyai sifat tidak mudah diperbaharui bahkan tidak terbarukan. Hal ini disebabkan karena dari bentuk, jumlah dan jenisnya memang mudah rusak. Demikian pula dilihat dari jenis bahannya, banyak benda koleksi baik dari bahan unorganik maupun organik tidak mendapat perawatan sebagaimana mestinya. Sedangkan dalam hal lingkungannya, kondisi koleksi museum ditentukan pula oleh lingkungan makro (lingkungan sekitar museum) maupun lingkungan mikro (tempat penyajian dan penyimpanan).



Dilihat dari jenis tindakannya, perawatan koleksi museum dapat dilakukan secara preventif (pencegahan) dan secara kuratif (penanggulangan). Tindakan preventif merupakan upaya menjaga koleksi dari kerusakan akibat fumigasi, perawatan rutin, dan pengendalian lingkungan mikro. Sedangkan tindakan kuratif merupakan upaya rehabilitasi terhadap kerusakan sebagai akibat pelapukan melalui perbaikan, pembersihan dan pengolesan bahan insektisida. Kegiatan perawatan koleksi di museum harus mengikuti prosedur standar dengan memperhatikan keaslian dan juga teknis. Untuk melakukan tindakan kuratif perlu diterapkan prosedur diagnostik yang standar, yaitu: studi teknis perawatan, pelaksanaan perawatan, dan evaluasi hasil perawatan.



Beri komentar ringkas:

Dalam kegiatan konservasi atau perawatan benda koleksi seringkali human error menjadi faktor utama dari kegagalan. Menurut Saudara, kompetensi apa saja yang perlu dimiliki seorang konservator museum...!?



Tindakan Pasca-Perawatan



Sesudah melalui tahap perawatan, koleksi perlu ditangani dengan baik mencakup satu seri tindakan, yaitu: (1) penyimpanan, (2) pemantauan dan (3) evaluasi. Kegiatan penyimpanan dilakukan dengan memperhatikan kondisi obyek dan lingkungan tempat benda koleksi disimpan pada lemari, rak atau tempat lainnya. Kegiatan pemantauan merupakan pengawasan untuk melakukan penilaian terhadap hasil perawatan koleksi yang meliputi kondisi benda, efektivitas bahan konservan, dan dampak negatif yang mungkin timbul akibat tindakan perawatan. Pemantauan dilakukan secara berkala. Sedangkan kegiatan evaluasi adalah melakukan penilaian secara keseluruhan terhadap kebijakan perawatan koleksi. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk merumuskan kembali kebijakan perawatan, rencana kerja, dan pengembangan metode dan teknik perawatan koleksi.



Penyimpanan koleksi merupakan mata rantai kegiatan pengelolaan koleksi. Penyimpanan yang baik dapat melindungi koleksi dari berbagai risiko seperti  kehilangan, kerusakan dan bencana baik secara alamiah maupun karena kelalaian maupun tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab. Benda-benda koleksi museum biasanya disimpan pada ruang khusus (collection storage) atau ruang penyimpanan permanen. Penyimpanan koleksi yang tidak permanen dilakukan pada ruang pamer (permanen exposition room), ruang perawatan (conservation room) dan juga ruang penelitian koleksi (collection study room).



Keberadaan gudang penyimpanan koleksi sangat penting bagi sebuah museum, karena dari keseluruhan benda koleksi yang ditetapkan sebagai koleksi tidak semua dapat dipamerkan. Lebih-lebih untuk museum yang memiliki koleksi dalam jumlah besar baik secara kuantitas maupun dari jenisnya. Sekurang-kurangnya ada tiga kelompok kegiatan yang terkait dengan penyimpanan koleksi, yaitu penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran koleksi.



Beri komentar ringkas:

Ruang pamer permanen juga berfungsi sebagai ruang penyimpanan, tetapi seringkali perawatannya terabaikan terutama bagi koleksi museum yang berada di ruang pamer terbuka. Bisa memberikan contoh ...!




Referensi:
Sutaarga, Moh. Amir. 1998. Pedoman Penyelenggaraan Permuseuman, Jakarta: Depdikbud.

PP No. 19 Tahun 1995 tentang Pemeliharaan dan Pemanfaatan Benda Cagar Budaya di Museum.

Permendikbud No. 34 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Kerja Khusus Kurator Museum

37 commentaires:

  1. Nama : Solihah
    Ijin berkomentar untuk aplikasi khususnya infografis saya menyarankan aplikasi Canva. Canva sendiri yaitu aplikasi desain grafis menjembatani penggunanya untuk dengan mudah merancang berbagai jenis material kreatif secara online. Mulai dari mendesain kartu ucapan, poster, brosur, infografik, hingga presentasi.

    RépondreSupprimer
  2. Good morning Ms Solihah ... nice comment. Di beberapa museum modern, hampir semua sudut tersedia monitor bagi pengunjung untuk menentukan sendiri tujuannya. Sejenis guide book. Isinya antara lain info koleksi ringkas. termasuk tata letak ruang pamer pada gedung museum. Silakan eksplor di dunia maya. Tks.

    RépondreSupprimer
  3. Assalamualaikum wr wb
    Nama saya Aldo Aldiyansah (2288180020) izin memberikan komentar dari pertanyaan yg pertama. Dengan berkembangnya teknologi smartphone saat ini, informasi yang dibutuhkan
    menjadi sangat mudah untuk didapatkan. Museum sebagai tempat informasi yang
    sering dikunjungi adalah tempat yang cocok untuk mencari informasi tentang zaman
    purbakala dan lain sebagainya. QR Code adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi yang
    lengkap. QR Code yaitu suatu jenis image dua dimensi yang menampilkan data
    berupa teks. Tujuannya adalah untuk memberi kemudahan pengunjung
    dalam mencari informasi koleksi museum.
    QR Code adalah suatu jenis image dua dimensi yang menampilkan data berupa teks.
    Dengan QR Code pengguna dapat mengakses suatu web lebih cepat daripada harus melakukan
    secara manual (Dagan, Binyamin, & Eilam, 2016). Menggunakan QR Code
    harus pada tempat yang terang atau pencahayaan yang cukup agar kode pada QR Code terbaca
    oleh pemindai. QR Code mampu menampung banyak informasi dengan 7.089 karakter numerik
    dan 4296 karakter alfanumerik (Narayanan, 2012). Pemindaian Barcode juga dapat digunakan
    sebagai sistem keamanan untuk tempat tertentu yang boleh dimasuki orang-orang tertentu
    seperti ruang riset ataupun ruang pusat (Supriyono, Kurniawan, & Rakhmadi, 2013).

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. QR ya Mr Aldo. Aplikasi yg memudahkan pengunjung mengakses info. Tks

      Supprimer
  4. Menurut pendapat saya dan berdasarkan referensi yang saya baca mengenai kompetensi apa saja yang perlu dimiliki seorang konservator museum, dimana seorang konservator museum tidak lain seperti seorang dokter bagi museum atau lebih tepatnya sebagai dokternya koleksi koleksi di museum, mengingat kondisi museum adalah koleksi yang berharga tentu dalam perawatan dan pelestariannya haruslah sangat hati-hati sehingga menuntut seorang konservator museum haruslah memiliki tangan yang terampil dimana harus menguasai berbagai bidang ilmu seperti sains, seni rupa, sejarah dan antropologi, selain itu juga seorang konservator museum harusnya mengikuti perkembangan teknologi dan mengerti penggunaan teknologi yang berkaitan dengan perawatan dan pelestarian koleksi koleksi museum. Terimakasih.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Ms Devi, perlu dipertimbangkan juga satu orang konservator sebaiknya seorang spesialis bidang tertentu atau minimal dalam keahlian serumpun. Tks commentnya.

      Supprimer
  5. nama: via afiah
    nim: 2288180004
    izin memnjawab pertanyaan ke 2
    menurut saya kompetensi yang harus di miliki seorang konservator adalah:
    1. konservator harus bias mengatur konservasi bahan (material) seperti benda benda dalam museum. contohnya: di museum purbakala banten terdapat penggolongan benda museum uang pada masa kesultana banten.
    2. mengamati barang seorang konservator harus ba mengamati barang-barang yang terdapat di museum apakah ada kerusakan atau tidak.
    3.melakukan analisis saintifks untuk mempertimbangkan kasus dan perkembangan deteriorasi (kerusakan yang terjadi pada benda museum) dan melakukan pencegahnya.
    4.membedakan kerusakan dan melakukan restorasi.

    terimaksih

    RépondreSupprimer
  6. Ya Ms Via, material logam juga ringkih trhadap kelembaban, kecuali logam mulia.

    RépondreSupprimer
  7. Dila Maulida Fadilah
    Ijin mengomentari terkait kompetensi yang harus dimilki oleh pegawai museum yaitu pegawai museum harus memilki kompetensi atau keahlian sesuai dengan bidang nya masing-masing. Misalkan tenaga pemandu harus memiliki keahlian dalam bidang komunikasi. Terimakasih

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Ms Dila, selain kemampuan menguasai informasi seputar museum, juga perlu memiliki sikap dan etika standar melayani ragam asal dan karakter pengunjung. Anda pernah mendapat layanan pemandu di museum? Apa cukup swa-layan melalui panduan digital? Ada ide barangkali perlu pemandu robot?

      Supprimer
  8. Nama : Dwi Cahyani
    NIM : 2288180026



    Terkait mengreristrasi data koleksi musuem tidak harus manual dengan cara menulis ke buku, kemajuan teknologi membuat kita dimudahkan. Dapat menggunakan Miscrosoft Excel untuk melakukan entry data. Agar memudahkan para wisatawan yang ingin mengetahui benda koleksi salah satu museum, dapat data -data registrasi mengenai koleksi museum di masukan ke dalam aplikasi museum atau website museum. Dan terkait di dalam museum kita dapat memberikan kode Qr di setiap benda museum yang nantinya apabila kita masukan kode Qr ke dalam smartphone muncul penjelasan mengenai benda koleksi museum. Agar museum banyak dikunjungin banyak wisatawan dapat kita kombinasikan antara visual, audio dan kinestetik. Fitur interaktif dan metode edukasi dengan tampilan objek 3D yang seolah-olah bergerak serta audio yang berisi penjelasan sehingga para pengunjung dapat berinteraksi dengan koleksi-koleksi di museum.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Ms Dwi, pahami juga tahapan pengadaan bakal koleksi dari awal, sejak benda diperoleh dari lembaga atau masyarakat, diterima oleh petugas, diperiksa, diteliti, masuk gudang penyimpanan, terpilih menjadi koleksi, sampai masuk ruang koleksi. Mungkin masih diperlukan pencatatan secara konvensional pada tahap-tahap tertentu. Tks commentnya.

      Supprimer
  9. Izin menanggapi pertanyaan no 2 mengenai kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang konservator.
    Konservator merupakan profesi di museum yang memiliki tanggung jawab untuk merawat koleksi museum. Adapun kompetensi yang harus dimiliki seorang konservator museum yaitu memiliki pendidikan tinggi berasal dari latar belakang keilmuan sains seperti kimia dan biologi, serta disiplin ilmu yang lain seperti sejarah dan arkeologi, yang terampil dan dididik melalui berbagai pelatihan dan seminar tingkat nasional atau internasional. Selain itu mengikuti perkembangan metode, teknologi, dan bahan konservan yang diaplikasikan oleh museum-museum besar di seluruh dunia. Secara organisatoris Museum memiliki sebuah unit kerja, yakni bidang konservasi. Unit ini melakukan upaya perawatan dan pembersihan koleksi museum secara rutin. Setiap benda ditangani khusus berdasarkan jenis bahan.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Thanks Aulia. Kerja konservasi koleksi sangat mengasyikan. Anda pernah berada dan ikut praktek konservasi di ruang konservasi museum ..? Seharusnya semster ini ada sesi itu, tetapi situasi mengharuskan wfh. Lain waktu bisa berkunjung dan mengikuti sesi praktek konservasi.

      Supprimer
  10. Nama Siti Fitriyah izin menjawab mengenai kompetensi Apa yang harus dimiliki oleh konservator museum ? Yaitu seorang Konservator harus disiplin ilmu secara intensif melakukan kegiatan observasi, perawatan, dan pengawetan. Dan juga memiliki pengetahuan yang lebih luas mengenai informasi2 tentang museum dan benda-bendanya, harus menjaga dan meneliti museum Takut ada serangan hama perusak, vandalisme, dan pengaruh kondisi lingkungan sekitar. Lalu harus bisa memastikan kebersihan, keterawatan, dan kelestarian aset bangsa yang sangat bernilai dan jadi kebanggaan Bangsa Indonesia.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Betul Siti Fitriyah, para konservator inilah orang pertama yang paling tahu kondisi sebenarnya dari semua koleksi museum. Tks.

      Supprimer
  11. Nama : Aslikah
    Izin memberikan komentar pada bagian pertama. Untuk entry data bakal koleksi museum, yang memuat foto, deskripsi dan infografis, blogger mungkin sangat bisa digunakan. Tentu saja harus dengan pengemasan blog yang menarik dan simpel, sehingga akan banyak yang mengunjungi.terimakasih ��

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Usul konstruktif Aslikah. Aplikasi apapun boleh selama itu info dan data dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, khususnya dalam domain museologi. Boleh juga buat blog khusus "Sahabat Museum Banten" misalnya. Atau barangkali sudah ada yang mengoperasikan. Tks.

      Supprimer
  12. Pada setiap koleksi museum akan memiliki intensitas kontak yang sering dengan para pengunjung atau penjaga museum, maka sebagai konservator juga harus ahli dalam mendata dan memantau dengan teliti dalam melakukan perawatan museum agar dapat koleksi dapat ditangani sesuai dengan kerusakan yang terjadi.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Ya Aninda, pada beberapa museum menerapkan ketentuan: tidak boleh memotret, bahkan kerap alat foto (skrng smart phone) harus disimpan di ruang penitipan. Bukan hanya untuk melindungi koleksi dari efek cahaya, tetapi juga menjaga otentisitas (diplukasi - imitasi) dan keamanan koleksi. Tks commentnya.

      Supprimer
  13. Nama: Mohammad Rafli Fajriansyah
    NIM: 2288180018
    Saya akan memberikan komentar pada pembahasan pertama. Untuk memopulerkan museum sebagai wahana pendidikan generasi muda, para pengelola museum perlu mengedepankan manajemen pengelolaan museum berbasis teknologi informasi atau TI dan konservasi. Pasalnya, banyak pengelola museum masih menerapkan cara konvensional dan jarang mengkonservasi koleksinya, sehingga museum itu tidak diminati dan benda-benda koleksi banyak yang rusak. Kecanggihan TI dapat memopulerkan dan mengkomunikasikan museum di jaringan maya. Melalui jaringan itu, museum dan koleksinya mampu menjadi obyek pengetahuan, data, dan wahana tukar-menukar informasi dan data. Untuk teknologinya sendiri pun bisa menggunakan Augmented Reality (AR). Teknologi Augmented Reality atau AR merupakan teknologi canggih yang mampu mevisualisasikan benda apapun dan menampilkannya ke lingkungan nyata melalui perangkat smartphone, tablet maupun kacamata khusus. Kehadiran teknologi ini di dunia hiburan tentunya memberikan sensasi yang menarik dan berbeda dibandingkan dengan Virtual Reality. Selain itu juga pada teknologi ini dapat mendeskripsikan benda-benda bersejarah yang ingin dilihat, salah satu contoh aplikasi dari teknologi augumented reality salah satunya adalah Google Sky Map. Dengan adanya teknologi ini sangatlah penting untuk pelestarian benda-benda museum dan tentu juga bisa meningkatkan minat masyarakat terhadap museum.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Nice comment Rafli, kapan ada waktu bisa buat makalah khusus untuk itu sebagai usulan konstruktif bagi pengelolaan museum. Tks.

      Supprimer
  14. Pina Yulianti (2288180023)
    Saya izin mengomentari mengenai kompetensi yang harus dimiliki konservator museum. Menurut pendapat saya petugas konservator harus memeiliki kecakapan skills dalam merencanakan serta mengatur bahan maupun benda-benda museun, memiliki pengetahuan (Knowlage) dalam bidang sains konservasi, seni rupa maupun penngetahuan dalam hal material , performa dalam kerja, serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap pekerjaannya.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Ya Pina, jika ada waktu, perlu juga mewawancarai konservator agar bisa memahami kinerjanya sambil belajar memperdalam berbagai teknik konservasi, siapa tahu tertarik pada domain ini. Tks.

      Supprimer
  15. Ismi Novianti (2288180017)
    Izin menanggapi tentang koleksi museum di ruang pamer terbuka, saat mengunjungi museum bank Mandiri terdapat brankas yang disimpan diruang terbuka dan dapat dilihat secara langsung

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Betul Ismi, tampilan eksterior kerap menjadi ikon pertama museum. Kenapa Museum Nasional dulu disebut Museum Gajah, karena ada patung gajah di halaman depan. Museum Kerata Api, lebih kentara lagi dengan tampilan fisiknya yang unik. Pengunjung suka swafoto di situ. Tks.

      Supprimer
  16. Izin memberikan komentar pada artikel ke 3
    Ruang pamer untuk benda benda pameran memanglah sangat penting karena ruang ini merupakan tempat penyimpanan benda agar benda museum tertata rapi dan benar. Tapi sayangnya perawatan pada benda museum kurang baik sehingga banyak benda museum yang rusak, berdebu,ataupun kusam. Benda museum sangatlah perlu perawatan agar benda tersebut tetap baik tidak cepat rusak. Penting adanya petugas perawat museum yang merawat benda benda di museum, memantau keadaan benda museum agar benda museum tidak mudah dicuri oleh orang yang menginginkan benda museum tersebut.
    Contohnya : adanya benda guci yang memiliki sejarah pada masa cina kuno tidak terawat dengan baik sehingga mengakibatkan guci tersebut berdebu, kusam, hingga retak karna seringkali pengunjung ada yang memegangnya tanpa pengawasan yang baik dari pengawas benda museum.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Memang Dwi, berisiko mengadakan pameran outdoor. Perlu penanganan khusus, terutama untuk bahan organik. Bisa lihat di Museum Negeri Kalsel, Banjar Baru, dipamerkan perahu jukung di halaman depan museum. Tks.

      Supprimer
  17. Abdul Rohman (2288180006)
    Saya izin mengomentari terkait kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang konservator museum. Seorang konservator sudah pasti pertama harus mengerti bagaimana konsep dan teknis dalam merawat koleksi yang ada di museum. Namun sebagai konservator museum tidak dapat dipungkiri juga sering terjadi human error, ya karena pada hakikatnya memang manusia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka dalam pelaksanaan tugasnya seorang konservator harus dengan hati hati, ulet, telaten, dan penuh tanggungjawab. Agar bisa menciptakan museum dan koleksinya yang tetap baik. Terimakasih 🙏

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Penting itu Abdul Rohman, fisik konservator harus tetap prima, biasanya mereka juga memiliki pakaian khusus untuk bekerja di lab. Ingat kontaminasi bahan kimia bisa terjadi. Tks

      Supprimer
  18. Bismillah
    Mohon izin pak, nama saya Mochammad Mugi Setiyanto dengan NIM 2288180036 izin memberikan pendapat saya terkait dengan:
    1. Registrasi dan Inventarisasi Koleksi: Menurut saya pribadi terkait dengan hal itu sebetulnya sudah dijelaskan oleh teman-teman juga dengan memanfaatkan teknologi walaupun punya negara lain (asing) yaitu canva sebagai media pembuatan baik infografis, foto maupun background video. Namun bisa ditambahkan membuat short videography koleksi museum bisa menggunakan aplikasi filmora, kinemaster, vivavideo, dan sebagainya. Karena sekarang para pengguna sosmed lebih tertarik melihat audio visual, dibandingkan foto.

    2.Konservasi Benda Koleksi: Menurut saya pribadi terkait dengan hal itu, sebelum negara memberikan anggaran kepada museum-museum yang ada di Indonesia. Tentu dikaji oleh seluruh lapisan terkait seperti para ekonom (agar ekonomis dan tetap sasaran), para sejarawan (agar bisa menjaga nilai historis barangnya), para arsiparis (agar bisa membuat big data kearsipan), dan berikan kewenangan khusus untuk para penjaga museum serta payung hukumnya dibuat dan diimplementasikan diseluruh museum yang ada di Indonesia agar bisa terhindar dari yang namanya perusakan barang museum dan lain sebagainya. Dalam memilih otoritas museum, tentu memiliki kecakapan baik di komunikasi, ilmu pengetahuan, dan terutama domisili daerah museum tersebut. Karena selain untuk menciptakan kedaerahan, tentu saja bisa mengentaskan pengangguran didaerah tersebut. (Kalau tidak ada, mengikuti kompetensi tersebut dan memperbolehkan dari luar daerah asal WNI)

    3. Tindakan Pasca-Perawatan: Contohnya yaitu seperti, Museum arkeologi, Museum Biografi, Museum Anak, Dan sebagainya.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Good comment Mr Mugi Setiyanto. Semua tahapan manajemen adalah satu sistem yang saling terkait antar faktor dan komponennya. Iptek tak pernah berhenti mengalami kemajuan. Namun kembali pada kebijakan, visi dan misi museum, ketersediaan anggaran, dan kesiapan SDM pengelola museum. Tks.

      Supprimer
  19. Muhamad Akbar Choirudin
    2288180031

    Terkait pengelolaan benda koleksi museum, menurut pendapat saya, sudah seharusnya pihak museum melakukan pengelolaan terhadap benda benda di museum melalui teknologi, teknologi seperti apa? Teknologi yang memang bisa mendata barang barang yang ada di museum secara cepat atau secara detail, memang museum sangat membutuhkan salah satu teknologi yang sudah sering dipakai di mana mana yaitu Code QR, bentuk dari kode QR memang sangat simple tetapi kapasitas dari ke penggunaan Code QR sangat berarti dan sangat berpengaruh dalam kemudahan, apabila dalam bentuk perawatan ataupun konservasi di dalam museum terdapat teknologi seperti itu, itu sangat memudahkan bagi pihak museum serta pengunjung, selain simple hal seperti itu membuat menarik pengunjung dalam tingkatan modernisasi.

    RépondreSupprimer
    Réponses
    1. Ya Mr Akbar Choirudin, tak terlalu sulit mengoperasikan QR dan pengunjung juga diberikan kemudahan mengakses informasi koleksi. Tks.

      Supprimer
  20. Assalamualaikum wr.wb izin memperkenalkan diri nama saya Sifa Tantriani (2288180034), izin memberi komentar. Menurut saya contoh benda dari ruang pamer permanen yang juga berfungsi sebagai ruang penyimpanan, tetapi seringkali perawatannya terabaikan terutama bagi koleksi museum yang berada diruang pamer terbuka yaitu benda-benda atau obyek yang berukuran besar dapat berupa ruangan sejarah, informasi – informasi umum tentang koleksi museum maupun pameran kerja. benda-benda atau obyek yang berukuran besar biasanya ditempatkan diruang pamer pameran untuk menata dan memamerkan benda – benda koleksi agar dapat dilihat oleh pengunjung .

    RépondreSupprimer
  21. Ya Ms Sifa Tantriani, pihak museum biasanya telah mempertimbangkan apakah suatu koleksi boleh outdoor atau indoor exposition, terutama untuk benda yang dilindungi dalam UU No. 11 Tahun 2010. PP N0. 19 Tahun 1995 tentang Pemeliharaan dan Pemanfaatan Benda Cagar Budaya di Museum menjadi acuan pengelolaan benda koleksi khususnya untuk benda berkategori cagar budaya. Thanks for the last comment (10.00 pada jam dinding saya).

    RépondreSupprimer
  22. Menurut saya terkait dengan konservasi benda koleksi setiap petugas harus dibekali dengan kemapanan terkait cara pemeliharaan, selain itu diperlukan pengecekan rutin terhadap kegiatan konservasi guna mengurangi dampak human error. Selain itu selalu mengingatkan akan KKK (Kesehatan, Keselamatan Kerja).

    RépondreSupprimer